Selamat Datang di Blog Sang Pencari

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
PhotobucketPhotobucketPhotobucket -- Welcome ---- Selamat Datang ---- Sugeng Rawuh -- PhotobucketPhotobucketPhotobucket

Semoga isi dari blog ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua... Amiiin....
Photobucket - Pengen saling berbagi link? Silahkan klik menu Link Exchange di atas atau klik disini...
Photobucket - Silahkan klik menu Download di atas atau klik disini... untuk download ebook menarik...
Photobucket - Silahkan klik menu Games & Software di atas atau klik disini... untuk download game & software gratis...

PhotobucketPhotobucketPhotobucket -- Sang Pencari - Kumpulan Info Unik dan Menarik -- PhotobucketPhotobucketPhotobucket
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Senin, 08 Agustus 2011

Kedudukan BK dalam Struktur Organisasi Sekolah

Menurut Mortensen dan Schmuller (1976) yang dikutip Prayitno dan E.Amti (1994:240), dalam proses pendidikan, khusunya disekolah terdapat bidang-bidang tugas atau pelayanan yang saling terkait. Bidang-bidang tersebut hendaknya secara lengkap ada apabila diinginkan agar pendidikan di sekolah dapat berjalan dengan sebaik-baiknya untuk memenuhi secara optimal kebutuhan peserta didik dalam proses perkembangannya. Bidang-bidang tersebut adalah sebagai berikut:

1.) Bidang Kurikulum dan Pengajaran
Bidang ini meliputi semua bentuk pengembangan kurikulum dan pelaksanaan pengajaran, yaitu penyampaian dan pengembangan pengetahuan, ketrampilan, sikap, dan kemampuan berkomunikasi peserta didik.

2.) Bidang Supervisi dan Administrasi
Bidang ini meliputi berbagai fungsi berkenaan dengan tanggung jawab dan pengambilan kebijaksanaan, serta bentuk-bentu kegiatan pengelolaan dan administrasi sekolah, seperti perencanaan, pembiayaan, pengadaan dan pengembangan staf, prasarana dan sarana fisik, dan pengawasan.

3.) Bidang Bimbingan dan Konseling
Bidang ini meliputi berbagai fungsi dan kegiatan yang mengacu pada pelayanan kesiswaan secara individual agar masing-masing peseta didik dapat berkembang sesuai bakat, minat, potensi, tahap-tahap perkembangannya.

Kendatipun ketiga bidang tersebut tampaknya terpisah antara satu dengan yang lain, namun semuanya memiliki arah yang sama. Yaitu memberikan kemudahan bagi pencapaian perkembangan yang optimal peserta didik. Antara bidang yang satu dengan lain terdapat hubungan yang saling isi mengisi. Pelayanan bimbingan dan konseling dapat memberikan sumbangan yang berarti terhadap pengajaran. Misalnya proses belajar mengajar akan berjalan dengan lancar dan efektif apabila siswa terbebas dari masalah-masalah yang mengganggu proses belajarnya. Pembebasan masalah-masalah siswa tersebut dilakukan melalui pelayanan bimbingan dan konseling. Demikian juga terhadap administrsi dan supervise, bimbingan dan konseling dapat memberikan sumbangan yang berarti.

Sebaliknya, bidang pengajaran dan administrasi dapat memberikan sumbangan yang besar bagi suksesnya bidang bimbingan dan konseling. Bidang kurikulum dan pengajaran merupakan lahan yang efektif bagi terlaksananya di dalam praktek materi-materi layanan bimbingan dan konseling. Pelaksanaan pengajaran yang seehat dan mantap akan memberikan sumbangan yang besar bagi pencegahan timbulnya masalah siswa, dan juga merupakan wahana bagi pengetahuan masalah-masalah siswa. Bidang administrasi dan supervisi memberikan sumbangan yang besar bagi pelayanan bimbingan dan konseling melalui kebijakan dan pengaturan yang menghasilkan konsisi yang memungkinkan berjalannya layanan-layanan itu secara optimal, fungsi-fungsi dan jenis layanan serta kegiatan bimbingan dan konseling dapat telaksana dengan lancer dan mencapai sasaran.

Atas dasar uraian tersebut di atas, nampaklah bahwa suatu kegiatan pendidikan yang baik dan ideal hendaknya mencakup ketiga bidang tersebut. Pendidikan yang hanya menjalankan program kegiatan pengajaran dan administratif saja tanpa memperhatikan pembinaan siswa mungkin hanya akan menghasilkan individu yang cakap dan dan bercita-cita tingggi, tetapi mereka kurang mampu dalam memahami kemampuan atau potensi dirinya, dan tidak sanggup untuk mewujudkan dirinya secara optimal. Melalui program layanan bimbingan konseling yang baik dan benar, maka setiap siswa mendapat kesempatan untuk mengembangkan setiap potensi dan kemampuan seoptimal mungkin. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa bimbingan dan konseling dapat mempertemukan kemampuan individu dengan cita-citanya, dan juga dengan kondisi dan situasi lingkungan sekitarnya.