Selamat Datang di Blog Sang Pencari

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
PhotobucketPhotobucketPhotobucket -- Welcome ---- Selamat Datang ---- Sugeng Rawuh -- PhotobucketPhotobucketPhotobucket

Semoga isi dari blog ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua... Amiiin....
Photobucket - Pengen saling berbagi link? Silahkan klik menu Link Exchange di atas atau klik disini...
Photobucket - Silahkan klik menu Download di atas atau klik disini... untuk download ebook menarik...
Photobucket - Silahkan klik menu Games & Software di atas atau klik disini... untuk download game & software gratis...

PhotobucketPhotobucketPhotobucket -- Sang Pencari - Kumpulan Info Unik dan Menarik -- PhotobucketPhotobucketPhotobucket
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Jumat, 19 Agustus 2011

Uji Berat Volume Tanah

Berat isi tanah berbutir halus SNI 03-3637-1994

A. PENDAHULUAN
Dalam ilmu mekanika tanah, biasanya tanah disederhanakan menjadi model untuk memahami perilakunya. Tanah tersusun atas butiran padat dan rongga pori (void). Rongga pori sendiri dapat berupa air atau udara atau kedua-duanya. Bila tanah dalam kondisi jenuh air, rongga pori seluruhnya akan terisi oleh air. Dalam ilustrasi berikut ini akan disajikan bagian-bagian tanah :


Prinsip yang harus dipahami terlebih dahulu adalah :
W = Ww + Ws
V = Va + Vw + Vs
Vv = Va + Vw
dengan,
W = berat tanah total (gr)
Ww = berat air (gr)
Ws = berat butiran padat (gr)
V = volume tanah total (cm3)
Va = volume udara (cm3)
Vw = volume air (cm3)
Vs = volume butiran padat (cm3)
Vv = volume rongga pori (cm3)

Hubungan volume yang biasa digunakan dalam mekanika tanah adalah angka pori (void ratio), porositas (porosity) dan derajat kejenuhan (degree of saturation).

Angka Pori (e) = Vv/Vs
Porositas (n) = Vv/V
Derajat Kejenuhan (Sr) = Vw/Vv x 100%

Sedangkan hubungan berat yang biasa digunakan adalah kadar air (moisture content),
dan berat volume (unit weight).

Kadar Air (w) = Ww/Ws x 100%
Berat Volume Basah (γb) = W/V
Berat Volume Kering (γd) = Ws/V

Jika berat volume butiran padat (γs) = Ws / Vs (gr/cm3), maka perbandingan antara berat volume butiran padat (γs) dengan berat volume air (γw) pada temperatur tertentu adalah berat jenis (spesific gravity) :

Gs= γs/γw

B. TUJUAN PRAKTIKUM
Pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui berat isi, angka pori, derajat kejenuhan suatu sampel tanah.

C. PERALATAN
1. Ring berat isi
2. Jangka sorong
3. Timbangan
4. Oven
5. Desicator
6. Pan

D. PROSEDUR PENGUJIAN
1. Bersihkan ring berat isi yang akan dipakai.
2. Ukur diameter dalam dan tingginya dengan menggunakan jangka sorong, hitung volumenya.
3. Timbang ring tersebut dengan ketelitian 0,01 gram.
4. Masukkan sampel tanah ke dalam ring langsung dari tabung sampel dengan menggunakan sampel extruder.
5. Ratakan permukaan tanah di kedua timbang kembali berikut pan.
6. Bersihkan bagian luar ring kemudian timbang kembali berikut pan.
7. Masukkan ring yang berisi sampel tanah dan tanah tadi ke dalam oven dengan suhu 110ºC selama 24 jam.
8. Masukkan ke dalam desikator sampai dingin lalu timbang kembali.

E. HASIL PRAKTIKUM
Physical Properties Of Soil
Judul Pekerjaan : Praktikum Mektan
Lokasi Pekerjaan : Lab. Mektan Jurusan Teknik Sipil Ft Unnes
Nomor Boring : BH1
Kedalaman : -1.00 M
Jenis Sampel : Sampel Terganggu
Tanggal Pengujian : 01 Oktober 2010
Diuji Oleh : Kelompok 05 Rombel 03











LANGKAH PENGUJIANPERHITUNGANSATUANHASILKISARAN
BERAT RING W1gr58,7
BERAT CAWANW2gr0
BERAT RING + CAWAN + TANAH BASAHW3gr132,23
BERAT TANAH BASAH W = W3 – W1 – W2gr73,53
VOLUME RING (VOLUME TANAH BASAH)Vcm349,854
BERAT VOLUME TANAH BASAH γb = W / Vgr/ cm31,475
BERAT RING + CAWAN + TANAH KERINGW4gr112,99
BERAT TANAH KERING WS = W4 – W1 – W2gr54,29
BERAT AIR WW = W – WSgr19,24
KADAR AIR w = WW / WS x 100%%35,440 < w < ~
BERAT VOLUME TANAH KERING γd = γb / (1 + w)gr/ cm31,089
HASIL PENGUJIAN BERAT JENIS Gs-2,62
VOLUME TANAH KERING VS = WS / Gs cm320,72
VOLUME PORI VV = V – VScm329,13
DERAJAT KEJENUHAN VW = WW / γw cm319,24
 Sr = VW / VV x 100%%66,040 ≤ Sr ≤ 100
POROSITAS n = VV / V x 100%%58,440 < n < 100
ANGKA PORIe = VV / VS-1,410 < e < ~

Langkah Perhitungan :

a. Perhitungan Berat Volume Tanah Basah
Rumus mencari berat volume tanah basah:
γb = W / V
Dengan,
γb = Berat volume tanah basah (gram/cm3)
W = Berat tanah basah (gram)
V = Volume tanah basah (cm3)
Sampel tanah :
W = 73,53 gram
V = 49,854 cm3
γb = W / V
= 73,53 / 49,854 = 1,475 gram/cm3

b. Perhitungan Kadar Air
Rumus mencari kadar air:
w = WW / WS x 100%
Dengan,
w = Kadar air (%)
Ww = Berat air (gram)
Ws = Berat tanah kering (gram)
Sampel tanah :
Ww = 19,24 gram
Ws = 54,29 gram
w =(WW / WS) x 100%
= (19,24 / 54,29) x 100% = 35,44%

c. Perhitungan Berat Volume Tanah Kering
Rumus mencari berat volume tanah kering:
γd = γb / (1 + w)
Dengan,
γd = Berat volume tanah kering (gram/cm3)
γb = Berat volume tanah basah (gram/cm3)
w = Kadar air (%)
Sampel tanah :
γb = 1,475 gram/cm3
w = 35,44%
γd = γb / (1 + w)
= 1,475 / (1+ 0,354) = 1,089 gram/cm3

d. Perhitungan Derajat Kejenuhan
Rumus mencari derajat kejenuhan:
Sr = VW / VV x 100%
Dengan,
Sr = Derajat kejenuhan (%)
Vw = Volume air (cm3), dapat dicari dengan rumus VW = WW /γw, dengan:
Vw : Volume air (cm3)
Ww : Berat air (gram)
γw : Berat jenis air (γw = 1)
Vv = Volume pori (cm3)
Sampel tanah,
Vw = 19,24 cm3
Vv = 29,13 cm3
Sr = VW / VV x 100%
= (19,24 / 29,13) x 100% = 66,04%

e. Perhitungan Porositas
Rumus mencari porositas:
n = VV / V x 100%
Dengan,
n = Porositas (%)
Vv = Volume pori (cm3)
V = Volume tanah basah (cm3)
Sampel tanah,
Vv = 29,13 cm3
V = 49,854 cm3
n = VV / V x 100%
= (29,13 / 49,854) x 100% = 58,44%

f. Perhitungan Angka Pori
Rumus mencari angka pori:
e = VV / VS
Dengan,
e = Angka pori
Vv = Volume pori (cm3)
Vs = Volume tanah kering (cm3)
Sampel tanah:
Vv = 29,13 cm3
Vs = 20,72 cm3
e = VV / VS
= 29,13 / 20,72 = 1,41

F. PEMBAHASAN
Dari kegiatan praktikum yang telah dilaksanakan, didapatkan hasil sebagai berikut :
Derajat kejenuhan (Sr) = 66,04%
Porositas (n) = 58,44%
Angka pori = 1,41

Derajat kejenuhan menunjukkan perbandingan antara volume air yang terkandung dalam tanah dengan volume pori tanah tersebut. Hasil praktikum menunjukkan derajat kejenuhan sebesar 66,04%. Hal tersebut berarti 66,04% dari volume pori tanah tersebut berisi air.

Porositas menunjukkan perbandingan antara volume pori yang terdapat dalam tanah dengan volume tanah secara keseluruhan. Hasil praktikum menunjukkan porositas sebesar 58,44%. Hal tersebut 58,44% dari volume tanah terdiri dari pori. Pori tanah itu sendiri adalah sebuah rongga di dalam tanah yang terdiri dari air dan udara.

Angka pori menunjukkan perbandingan antara volume pori yang terdapat dalam tanah dengan volume butir tanah. Hasil praktikum menunjukkan angka pori sebesar 1,41. Hal tersebut berarti perbandingan antara volume pori dengan volume butir tanah adalah 1,41 : 1 atau volume pori yang terdapat di dalam tanah tersebut 141% lebih banyak dibandingkan dengan volume butir tanah.

---------------------------------------------------------------------------------
“Jangan lupa, berikan komentar ya jika artikel ini bermanfaat untuk Anda”