Selamat Datang di Blog Sang Pencari

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
PhotobucketPhotobucketPhotobucket -- Welcome ---- Selamat Datang ---- Sugeng Rawuh -- PhotobucketPhotobucketPhotobucket

Semoga isi dari blog ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua... Amiiin....
Photobucket - Pengen saling berbagi link? Silahkan klik menu Link Exchange di atas atau klik disini...
Photobucket - Silahkan klik menu Download di atas atau klik disini... untuk download ebook menarik...
Photobucket - Silahkan klik menu Games & Software di atas atau klik disini... untuk download game & software gratis...

PhotobucketPhotobucketPhotobucket -- Sang Pencari - Kumpulan Info Unik dan Menarik -- PhotobucketPhotobucketPhotobucket
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Senin, 22 Agustus 2011

Jenis-jenis Bahan Perekat Kayu

Ditinjau dari jenisnya, bahan perekat terdapat dua jenis, yaitu bahan perekat (lem) yang berbasis air; dan bahan perekat (lem) yang berbasis hardener. Pada pekerjaan laminating atau laminasi, bahan-bahan perekat di atas bisa diterapkan sangat kondisional sekali. Artinya, bahwa bahan-bahan perekat tersebut bergantung pada beberapa hal, yaitu bahan/kayu apa yang akan dilaminasi; di mana akan digunakan; dan seberapa besar kekuatan yang harus dipikul oleh kayu tersebut.

Minggu, 21 Agustus 2011

Asal Mula Bahan Perekat Kayu

Bahan perekat atau lem adalah suatu bahan untuk mengikat benda-benda atau bahan-bahan lain, misalnya kayu, melalui permukaan (perekatan/penempelan) atau yang sering disebut dengan pekerjaan laminating atau laminasi.

Perekatan telah dikenal sejak zaman purbakala, yaitu sekitar tahun 1500 sebelum Masehi. Waktu itu orang-orang Mesir telah menggunakan Arabic Gum dan putih telur sebagai perekat. Kemudian berkembang menjadi kanji sebagai bahan perekat, namun bahan perekat ini tidak tahan terhadap kelembaban dan terhadap jamur serta bekteri lain sehingga mudah membusuk.

Sabtu, 20 Agustus 2011

Prinsip-prinsip Desain

A. Proporsi (proportion)

Perbandingan antara bentuk elemen besar dan kecil. Proporsi menyangkut suatu hubungan bagian dengan bagian yang lain atau bagian dengan keseluruhan, atau antara satu obyek dan obyek yang lainnya. Proporsi bertalian erat dengan hubungan antara bagian-bagian di dalam suatu komposisi, hubungan ini dapat berbentuk suatu besaran, kuantitas atau tingkatan.

Jumat, 19 Agustus 2011

Uji Berat Volume Tanah

Berat isi tanah berbutir halus SNI 03-3637-1994

A. PENDAHULUAN
Dalam ilmu mekanika tanah, biasanya tanah disederhanakan menjadi model untuk memahami perilakunya. Tanah tersusun atas butiran padat dan rongga pori (void). Rongga pori sendiri dapat berupa air atau udara atau kedua-duanya. Bila tanah dalam kondisi jenuh air, rongga pori seluruhnya akan terisi oleh air. Dalam ilustrasi berikut ini akan disajikan bagian-bagian tanah :


Prinsip yang harus dipahami terlebih dahulu adalah :

Kamis, 18 Agustus 2011

Pengujian Kadar Air pada Tanah

Cara uji penentuan kadar air untuk tanah dan batuan SNI 1965:2008

A. PENDAHULUAN
Kadar air (w) didefinisikan sebagai perbandingan antara berat air (Ww) dengan berat butiran (Ws) dalam tanah tersebut, dinyatakan pada persen.
w = Ww / Ws x 100%

B. TUJUAN PRAKTIKUM
Pengujian ini digunakan untuk menentukan kadar air sampel tanah yaitu perbandingan berat air yang terkandung dalam tanah dengan berat kering tanah tersebut.

Pengujian Berat Jenis Tanah

A. PENDAHULUAN

Berat jenis (spesific gravity) tanah (Gs) didefinisikan sebagai perbandingan antara berat volume butiran padat (ys) dengan berat volume air (yw) pada temperatur tertentu. Biasanya diambil pada temperatur 27,5 ÂșC. Rumus untuk mencari berat jenis adalah:
Gs = ys / yw
Gs tidak berdimensi. Berat jenis dari berbagai jenis tanah berkisar antara 2,65 sampai 2,75 seperti pada Tabel 4.1 di bawah ini.

Tabel 4.1. Berat jenis tanah


Jenis TanahBerat jenis, Gs
Kerikil2,652,68
Pasir2,652,68
Lanau anorganik2,622,68
Lempung anorganik2,582,65
Lempung organik2,682,75

Kalibrasi Alat Ukur
1. Timbang labu ukur dalam keadaan kosong.

Senin, 15 Agustus 2011

Masalah-masalah yang Dialami oleh Remaja

Masalah merupakan sesuatu atau persoalan yang harus diselesaikan atau dipecahkan. Masalah yang menimpa seseorang bila dibiarkan berkembang dan tidak segera dipecahkan dapat mengganggu kehidupan, baik dirinya maupun orang lain. Adapun ciri-ciri masalah adalah sebagai berikut :
a) Masalah muncul karena ada kesenjangan antara harapan dan kenyataan.
b) Semakin besar kesenjangan, maka masalah semakin berat.
c) Tiap kesenjangan yang terjadi dapat menimbulkan persepsi yang berbeda – beda.
d) Masalah muncul sebagai perilaku yang tidak dikehendaki oleh individu itu sendiri maupun oleh lingkungan.
e) Masalah timbul akibat dari proses belajar yang keliru.
f) Masalah memerlukan berbagai pertanyaan dasar yang perlu dijawab.
g) Masalah dapat bersifat individual maupun kelompok.

Minggu, 14 Agustus 2011

Praktikum Bor Tangan

A. TUJUAN PRAKTIKUM
Pekerjaan pengeboran dilakukan untuk mengambil sampel tanah dari berbagai kedalaman. Biasanya dilakukan di samping lubang sondir agar didapatkan korelasi antara kekuatan tanah dan jenis tanah yang dikandungnya.

B. PERALATAN
1. Iwan Auger
2. Stang bor
3. Pemutar stang bor
4. Tabung sampel
5. Stick aparat
6. Kunci pipa
7. Palu besar
8. Kaleng/plastik (untuk penyimpanan sampel)
9. Parafin
10. Kompor
11. Pan
12. Spoon

Sabtu, 13 Agustus 2011

Pengambilan Sampel Tanah dengan Bor Tangan

Bor tangan dapat digunakan untuk menggali lubang bor hingga kedalaman 5 meter dengan memakai seperangkat batang penyambung, Bor diputar sambil ditekan ke bawah dengan tuas berbentuk T di batang paling atas. Jenis bor yang umum digunakan adalah Iwan auger dengan diameter 200 mm (Gambar 1.1).

Bor tangan biasanya digunakan hanya bila sisi-sisi lubang bor tidak memerlukan penyangga dan bila tidak terdapat partikel-partikel berukuran kerikil atau yang lebih besar. Bor tersebut perlu dicabut berkali-kali untuk pengosongan tanah (Gambar 1.2).

Semua sampel harus diberi label yang jelas yang menunjukkan nama proyek, tanggal, lokasi, nomor lubang bor, kedalaman dan metode pengambilan sampel (Gambar 1.3).

Jumat, 12 Agustus 2011

Pendekatan dalam Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling

Seorang ahli bernama Robert H. Mathewson (1962), berhasil membedakan tujuh pendekatan atau strategi dasar yang masing-masing pendekatan meupakan kontinum yang bipolar. Ketujuh strategi dasar itu adalah sebagai berikut :

1. Edukatif versus Direktif, yaitu satu sisi pelayanan bimbingan dipandang sebagai pengalaman belajar bagin siswa yang membantu mereka untuk menentukan sendiri pilihan-pilihannya.

2. Komulatif versus Pelayanan, yaitu satu sisi satu pelayanan bimbingan dilihat sebagai progam yang kontinyu dan bersambung-sambung.

3. Evaluasi diri versus oleh orang lain, yaitu satu sisi satu pelayanan bimbingan dirancang untuk membantu siswa menemukan diri dan evaluasi diri atas prakarsa sendiri.

Bentuk-bentuk Lembah dan Pegunungan dalam Garis Kontur

Jalan menuju puncak umumnya berada di atas punggung (lihat garis titik-titik sedangkan disisinya terdapat lembah umumnya berisi sungai (lihat garis gelap).

Bentuk-bentuk lembah dan pegunungnan dalam garis kontur antara lain adalah sebagai berikut.

a) Plateau
Daerah dataran tinggi yang luas.

b) Col
Daerah rendah antara dua buah ketinggian.

c) Saddle
Hampir sama dengan col, tetapi daerah rendahnya luas dan ketinggian yang mengapit tidak terlalu tinggi.

Kamis, 11 Agustus 2011

Penentuan dan Pengukuran Titik Detail untuk Pembuatan Garis Kontur

Semakin rapat titik detil yang diamati, maka semakin teliti informasi yang tersajikan dalam peta. Dalam batas ketelitian teknis tertentu, kerapatan titik detil ditentukan oleh skala peta dan ketelitian (interval) kontur yang diinginkan. Pengukuran titik-titik detail untuk penarikan garis kontur suatu peta dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Berikut ini adalah penjelasannya.

A. Pengukuran Tidak Langsung

Titik-titik detail yang tidak harus sama tinggi, dipilih mengikuti pola tertentu yaitu: pola kotak-kotak (spot level) dan profil (grid) dan pola radial. Dengan pola-pola tersebut garis kontur dapat dibuat dengan cara interpolasi dan pengukuran titik-titik detailnya dapat dilakukan dengan cara tachymetry pada semua medan dan dapat pula menggunakan sipat datar memanjang ataupun sipat datar profil pada daerah yang relatif datar.

Rabu, 10 Agustus 2011

Pola-pola Bimbingan dan Konseling

Menurut hasil analisis Edward C. Glanz, (1964) dalam sejarah perkembangan pelayanan bimbingan di institusi pendidikan muncul empat pola dasar yang diberi nama sebagai berikut:

1. Pola Generalis, bahwa corak pendidikan dalam suatu institusi pendidikan berpengaruh terhadap kuantitas usaha belajar siswa, dan seluruh staf pendidik dapat menyumbang pada perkembangan kepribadian masing-masing siswa. Ujung pelayanan bimbingan dilihat sebagai program yang kontinyu dan bersambungan yang ditujukan kepada semua siswa. Pada akhirnya, bimbingan hanya dianggap perlu pada saat-saat tertentu saja.

2. Pola Spesialis, bahwa pelayanan bimbingan di institusi pendidikan harus ditangani oleh ahli-ahli bimbingan yang masing-masing berkemampuan khusus dalam pelayanan bimbingan tertentu seperti testing psikologis, bimbingan karir, dan bimbingan konseling.

Selasa, 09 Agustus 2011

Kegunaan Garis Kontur

Selain menunjukan bentuk ketinggian permukaan tanah, garis kontur juga dapat digunakan untuk:
a. Menentukan profil tanah (profil memanjang, longitudinal sections) antara dua tempat. (Gambar 350)
b. Menghitung luas daerah genangan dan volume suatu bendungan. (Gambar 351)
c. Menentukan route/trace suatu jalan atau saluran yang mempunyai kemiringan tertentu. (Gambar 352)
d. Menentukan kemungkinan dua titik di lahan sama tinggi dan saling terlihat. (Gambar 353)

Pengertian dan Sifat Garis Kontur

A. Pengertian Garis Kontur

Garis kontur adalah garis khayal dilapangan yang menghubungkan titik dengan ketinggian yang sama atau garis kontur adalah garis kontinyu diatas peta yang memperlihatkan titik-titik diatas peta dengan ketinggian yang sama. Nama lain garis kontur adalah garis tranches, garis tinggi dan garis tinggi horizontal. Garis kontur + 25 m, artinya garis kontur ini menghubungkan titik-titik yang mempunyai ketinggian sama + 25 m terhadap tinggi tertentu. Garis kontur disajikan di atas peta untuk memperlihatkan naik turunnya keadaan permukaan tanah.

Senin, 08 Agustus 2011

Khasiat Mandi Hangat

Mandi dengan menggunakan air hangat atau air dingin akan memberikan efek berbeda. Air hangat dapat membuat otot tubuh terasa rileks, sementara air dingin dapat membuat badan terasa segar. Pagi hari sebelum memulai kegiatan sepanjang hari, lebih dianjurkan untuk mandi air dingin, sedangkan mandi air hangat lebih tepat dilakukan pada sore atau malam hari menjelang istirahat.

Khasiat mandi air hangat untuk kesehatan tubuh yaitu:

1. Mandi air hangat dengan suhu sekitar 32 – 35 derajat celcius selama 10 – 20 menit dapat membuka pori-pori yang dapat mengeluarkan toksin atau racun dari dalam tubuh.

Model-model Bimbingan dan Konseling

Pelayanan bimbingan dan konseling di lembaga pendidikan yang formal diadakan dalam program bimbingan yaitu suatu rangkaian kegiatan bimbingan yang terencana, terorganisir dan terkoordinasi selama periode waktu tertentu. Program bimbingan dan konseling dapat disusun dengan berdasarkan pada suatu kerangka berfikir dan pola dasar pelaksanaan tertentu. Model-model bimbingan dan konseling dan pola dasar bimbingan berawal dari gerakan bimbingan dan konseling di Amerika yang dikembangkan di sejumlah kerangka pikir yang menjadi pedoman dan pegangan dalam pelayanan di sekolah-sekolah. Istilah Model menurut Shertzer dan Stone (1981) yaitu suatu konseptualisasi yang luas, bersifat teoritis namun belum memenuhi semua persyaratan bagi suatu teori ilmiah. Model-model itu dikembangkan oleh orang tertentu untuk menghadapi tantangan yang timbul dalam kehidupan masyarakat dan lingkungan pendidikan sekolah di Amerika Serikat.

Kegiatan Pendukung Bimbingan dan Konseling

1) Instrumentasi BK
Instrumentasi BK merupakan kegiatan untuk mengumpulkan data dan keterangan tentang peserta didik, tentang lingkungan peserta didik dan lingkungan lainnya, yang dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai instrumen, baik tes maupun non tes, dengan tujuan untuk memahami peserta didik dengan segala karakteristiknya dan memahami karakteristik lingkungan. Fungsi utama bimbingan yang didukung oleh kegiatan penunjang instrumentasi BK ialah fungsi pemahaman.

Layanan Bimbingan dan Konseling

1) Layanan Orientasi
Layanan orientasi merupakan layanan yang ditujukan untuk semua siswa baru dan untuk pihak-pihak lain guna memberikan pemahaman dan penyesuaian diri terhadap lingkungan sekolah yang baru dimasuki siswa. Hasil yang diharapkan dari layanan orientasi adalh dipermudahnya penyesuaian diri siswa terhadap pola kehidupan sosial, kegiatan belajar dan kegiatan lain yang mendukung keberhasilan siswa. Fungsi utama layanan orientasi ialah fungsi pemahaman dan pencegahan.

Bidang Bimbingan dan Konseling

1) Bimbingan Pribadi
Bimbingan pribadi merupakan bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai, dan mengembangkan potensi dan kecakapan, bakat dan minat, serta kondisi sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistik.

2) Bimbingan Sosial
Bimbingan sosial merupakan bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya, anggota keluarga, dan warga lingkungan sosial yang lebih luas.

Kedudukan BK dalam Struktur Organisasi Sekolah

Menurut Mortensen dan Schmuller (1976) yang dikutip Prayitno dan E.Amti (1994:240), dalam proses pendidikan, khusunya disekolah terdapat bidang-bidang tugas atau pelayanan yang saling terkait. Bidang-bidang tersebut hendaknya secara lengkap ada apabila diinginkan agar pendidikan di sekolah dapat berjalan dengan sebaik-baiknya untuk memenuhi secara optimal kebutuhan peserta didik dalam proses perkembangannya. Bidang-bidang tersebut adalah sebagai berikut:

1.) Bidang Kurikulum dan Pengajaran
Bidang ini meliputi semua bentuk pengembangan kurikulum dan pelaksanaan pengajaran, yaitu penyampaian dan pengembangan pengetahuan, ketrampilan, sikap, dan kemampuan berkomunikasi peserta didik.

Selasa, 02 Agustus 2011

Tujuan Statistika

A. Definisi Statistika

Statistika adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang bagaimana mengumpulkan, menganalisis dan menginterpretasikan data. Atau dengan kata lain, statistika menjadi semacam alat dalam melakukan suatu riset empiris. Dalam menganalisis data, para ilmuwan menggambarkan persepsinya tentang suatu fenomena. Deskripsi yang sudah stabil tentang suatu fenomena seringkali mampu menjelaskan suatu teori. (Walaupun demikian, orang dapat saja berargumentasi bahwa ilmu biasanya menggambarkan bagaimana sesuatu itu terjadi, bukannya mengapa). Penemuan teori baru merupakan suatu proses kreatif yang didapat dengan cara mereka ulang informasi pada teori yang telah ada atau mengesktrak informasi yang diperoleh dari dunia nyata. Pendekatan awal yang umumnya digunakan untuk menjelaskan suatu fenomena adalah statistika deskriptif.

Pemasangan Bouwplank

Bouwplank (papan bangunan) berfungsi untuk mendapatkan titik-titik bangunan yang diperlukan sesuai dengan hasil pengukuran :

Syarat-syarat memasang bouwplank :
1. Kedudukannya harus kuat dan tidak mudah goyah
2. Berjarak cukup dari rencana galian, diusahakan bouwplank tidak goyang akibat pelaksanaan
galian
3. Terdapat titik atau dibuat tanda-tanda.
4. Sisi atas bouwplank harus terletak satu bidang (horizontal) dengan papan bouwplank lainnya.
5. Letak kedudukan bouwplank harus seragam (menghadap kedalam bangunan semua)
6. Garis benang bouwplank merupakan as (garis tengah) daripada pondasi dan dinding batu
bata.

Metode Pembelajaran PAKEM

A. Definisi PAKEM

PAKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan.
Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya, bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan. Sehingga, jika pembelajaran tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif, maka pembelajaran tersebut bertentangan dengan hakikat belajar. Peran aktif dari siswa sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif, yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya tinggi.

Senin, 01 Agustus 2011

Syarat Air untuk Pekerjaan Beton

Air berfungsi sebagai media pencampur antara semen dengan bahan aggregat lainnya. Penggunaan air dan semen harus sesuai dengan nilai banding antara air dan semen untuk adukan beton. Nilai banding tersebut dapat dihasilkan sesuai mutu beton yang ingin dihasilkan. Pengambilan air tersebut sedapat mungkin diambil dalam jarak yang dekat dari proyek yang sedang dilaksanakan.

Bekisting Sistem PCH

Pekerjaan bekisting merupakan pekerjaan pembuatan cetakan beton segar yang sesuai dengan bentuk dan dimensi rencana. Bekisting umumnya terdiri atas perancah dan cetakan beton. Untuk memberikan kualitas yang baik dalam pelaksanaan dan hasilnya, salah satu sistem yang dapat digunakan adalah bekisting sistem PCH.